Breaking News
Home / Trivia / Culinary / 2 Teh bertuah dari bali: Teh Jamur dan Teh beras merah
Fermentasi teh bali
Teh bertuah dari bali: Teh Jamur dan Teh beras merah

2 Teh bertuah dari bali: Teh Jamur dan Teh beras merah

Orang Bali dikenal dengan araknya. Arak adalah fermentasi air tape yang memabukkan. Namun arak bukan satu-satunya yang khas di Bali. Ada yang tak kalah unik, teh jamur dan teh beras merah.’’ begitulah sebutan 2 Teh bertuah dari bali: Teh Jamur dan Teh beras merah

Bagi sebagian orang, mendengar teh selalu teringat dengan aroma harum, rasa sedap, dan seduhan air hijau yang wangi. Teh yang dibayangkan orang umumnya adalah daun teh yang dipetik dan dikeringkan lalu diseduh dengan air panas serta diteguk dalam cangkir bersama gula. Orang Bali tidak semuanya membayangkan the dalam bentuk seperti itu. Teh bisa berarti minuman yang berasal dari zat organik dan diseduh dalam cangkir atau gelas.

Rasanya agak aneh, ketika kami datang ke Tamblingan dan Jatiluwih. Di Tamblingan kami disuguhi the jamur, sedang di Jatiluwih kami disuguhi teh beras merah. Keduanyaa dalah minuman khas warisan budaya setempat. Orang Tamblingan dan Jatiluwih biasa menyebut minuman fermentasi teh.Walaupun minuman itu sama sekali tidak dicampuri teh.

Teh Jamur Tamblingan

            Siang itu hawa sejuk Danau Tamblingan terasa menyegarkan badan kami. Danau yang berada di antara Danau Buyan dan Danau Beratan ini menyimpan banyak kenangan bagi Bu Nyoman (58), seorang penjual makanan di sana. Di warungnya yang berada persis di sisidanau, ia kembali mengingat masa kecilnya bersama dengan teh jamur, ramuan minuman yang diwariskan orang tuanya.

Bu Nyomantinggal di Kampung Nelayan, Beke Punduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Kampung Nelayan sendiri punya cerita yang tak kalah unik dari the jamurnya, “Teh jamur sudah ada sejak saya kecil, mungkin sebelum saya lahir. Dulu, anak-anak kecil kalau menangis selalu diberi teh ini. Karena rasanya manis-manis asam, anak yang menangis pun jadi lupa karena getir dilidahnya,” kata Bu Nyoman.

Memang benar, teh yang bukan teh ini rasanya manis-manis asam. Bentuknya seperti minuman biasa. Warnanya kuning. Jika dicampur dengan es dan gula putih, rasanya seperti fermentasi buah-buahan yang dijual di supermarket.

Teh jamur adalah minuman fermentasi dari jamur yang biasa digunakan orang Bali untuk membuat arak.Meski begitu, the jamur tidak memabukkan.Jika sekilas kita melihat di gelas, bentuknya seperti minuman pada umumnya. Namun, jika kita lihat ke dapur, orang akan bertanya-tanya, apa iya ini sumber rasa yang kita minum?

Fermentasi teh jamur berupa air yang menggenangi toples plastik besar dengan segumpal jamur besar yang sudah berusia belasan tahun. Warnanya kuning, merah, dan kuning muda. Jika warnanya kuning muda, usia air fermentasi baru sekitar 10-15 hari. Kalau warnanya kuning, usia air fermentasi sekitar 15-20 hari. Dan saat warnanya memerah, usia air fermentasi bisa jadi sudah 1 bulan.

            Di dapur Bu Nyoman, ada tiga toples besar yang berisi hampir sama. Di dalamnya, jamur yang sudah mengembang itu berusia sekitar 15 tahun dan belum pernah dikeluarkan. Sungguh usia yang cukup lama. Katanya, jika semakin lama usia jamur itu rasa yang dihasilkan pun lebih enak.

Bagi yang tidak terbiasa dengan minuman unik, melihat jamurnya saja pasti sudah merasa jijik. Jamur tersebut berwarna kecoklatan dengan lendir di semua bagian dan mengapung di atas air fermentasi. Bentuknya kenyal. Kata Bu Nyoman, ada larangan untuk menyentuh jamur itu dengan tangan. Konon, rasa dan tuah jamur itu akan hilang.

“Teh ini bertuah. Orang-orang dari Denpasar  dan Ubud biasa beli untuk obat bagi anak mereka yang sakit. Kalau turis mancanegara biasanya untuk penyegar saja,” tutur Bu Nyoman. “Namun, saya tidak menjualnya secara bebas. Hanya mereka yang butuh saja yang saya bolehkan membawa pulang. Kalau perlu ya datang dan minum di sini saja,” tambahnya.

Memang belum ada yang membuktikan secara medis kalau teh ini berkhasiat. Namun, bagi warga Kampung Nelayan, the ini adalah obat utama.“Kalauada yang sakit, ya minum teh ini,” kata Pak Wayan, tetangga Bu Nyoman. Pak Wayan juga minum teh ini sejak ia kecil. Dia sering diberi segelas teh jamur oleh kakek Bu Wayan. Katanya, sampai sekarang rasa teh itu belum pernah berubah.

Teh Beras Merah Jatiluwih

            Jati luwih masuk dalam kawasan Tabanan Bali.Sejak 2012 silam, kawasan Jatiluwih masuk dalam daftar World Heritage UNESCO sebagai kawasan subak produktif. Penetapan subak sebagai warisan budaya yang dilindungi adalah alasan mengapa wisatawan mulai mengunjungi kawasanini.

Daerah Jatiluwih mempunyai tanah yang subur. Di sana, padi ditanam secara musiman oleh masyarakat. Sistem pengairan subak dijaga oleh pekaseh dan masyarakat subak.Pekaseh adalah ketua pengurus subak. Dia adalah yang terpilih sebagai orang yang bertanggung jawab atas pembagian air di sawah.

Kami bertemu dengan Pak Kresna (50). Dia adalah salah satu pekaseh di Jatiluwih. Selama hampir 10 tahun ia menjaga agar sawah dan Subak tetap dilestarikan warga Jatiluwih. Pek Kresna mengembangkan usaha sampingan dari padi hasil panennya dengan kelompoknya. Teh beras merah, the asli Jatiluwih.

Teh beras merah adalah olahan dari beras merah yang dikeringkan dan disangrai dengan dengan cara khusus. Pak Kresna dan istrinya tidak memberi bumbu khususuntuktehnya, namun yang ia jaga adalah cara pembuatannya yang masih tradisional. Pemilihan beras dilakukan dengan hati-hati, dari hasil panen terbaik. Beras lalu disangrai dengan sebuah gerabah besar yang terbuat dari tanah. Tungku dan apinya pun sederhana, seperti halnya dapur zaman dulu.

Beras itu kemudian diseduh dengan air panas dan sedikit gula. Bagi yang pertama mencoba, jangan kaget. Aroma harum beras memang menyengat. Saat di-sruput, rasa gurih dan sedap yang kami dapat.Hampir-hampir seperti tajin Jawa.

Orang Jatiluwih sudah meminum teh ini sejak lama. Konon, mereka juga menggunakannya sebagai obat tradisional segala penyakit. Akhir-akhir ini hal itu dibenarkan oleh ahli medis Bali. Teh beras merah ini berkhasiat memulihkan stamina, melancarkan pencernaan, mengurangi tensi darah, melarutkan lemak dalam usus, mencegah diare, menurunkan kolesterol dan kadar gula, membantu mencegahkan kerusus.

 

 

Check Also

ayam taliwang

Pedas Menagih Ala Ayam Taliwang

Masyarakat umum telah mengenal makanan khas Lombok dengan bumbu pedasnya. Pedas bukan hanya didapat dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.