Breaking News
Home / Destinations / City of the World / Industri kretek gurem di tengah ombak perusahaan besar
produksi kretek
produksi kretek oleh petani

Industri kretek gurem di tengah ombak perusahaan besar

Bertahan di tengah Ombak Perusahaan Besar

Perusahaan-perusahaan kretek skala kecil selalu berusaha mencari celah di tengah gempuran pabrik-pabrik besar. Mereka mencari pasar yang tidak dijangkau oleh perusahaan besar. Bukan karena perusahaan besar tidak menjangkau pasar tersebut, tetapi konsumenlah yang tak mampu menjangkau harga produk rokok yang dihasilkan oleh perusahaan besar.

Rokok-rokok perusahaan kecil dari segi harga memang lebih terjangkau oleh konsumen kelas bawah. Rokok-rokok ini bisa didapat dengan kisaran harga Rp. 2.000-3.000 perbungkusnya. Sebagai contoh, rokok dengan merk Duku Sutra yang merupakan salah satu brand dari PR Gambang Sutra dipatok dengan harga Rp.2.500.

Hal yang patut disayangkan adalah produk dari perusahaan rokok kecil ini tidak bisa didapat di pasaran secara luas. Kadang keberadaan rokok ini sangat mudah didapatkan, tetapi terkadang pula keberadaan mereka seolah-olah hilang ditelan bumi. Hal ini tentu saja tergantung bagaimana pasar merespon produk mereka. Satu lagi masalah yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan kecil adalah adanya persaingan dengan perusahaan besar. Perusahaan besar semakin menjepit posisi perusahaan kecil dengan cara mendirikan perusahaan rokok dengan skala kecil pula.

Brand rokok yang dikeluarkan oleh perusahaan kecil milik perusahaan besar tentunya lebih laku di pasaran. Masyarakat tentunya lebih memilih produk perusahaan kecil yang dinaungi perusahaan besar ini. Dan hal ini semakin membuat perusahaan kecil yang sudah lama menguasai pasar kelas bawah mulai tergusur. Hal ini diamini oleh Guntur, pemilik PR Janur Kuning (JK). “Kondisi kami PR-PR (perusahaan rokok) kecil dijepit, pasar diambil oleh PR-PR kecil baru yang didirikan PR-PR besar”, ungkapnya.

Industri Kretek Tak Pernah Mati

Bisnis kretek memang tidak pernah ada habisnya. Sudah seabad lebih bisnis racikan tembakau dan cengkeh ini mengudara. Harga bahan baku yang naik turun, cukai yang semakin melambung nyatanya tidak menggoyahkan para pengusaha rokok. Bahkan, hembusan fatwa MUI mengenai keharaman rokok, juga tidak lantas membuat para pengusaha rokok menghentikan produksinya.

 “Gak ada orang merokok mati”, begitu kata seorang pemilik perusahaan rokok. Ya, sepertinya memang belum ada orang yang merokok tiba-tiba mati. Akan tetapi, jika perusahaan rokok ditutup, orang-orang yang menggantungkan hidupnya disitu akan mati karena mereka kehilangan pekerjaan.

 

Check Also

kapal motor penumpang muria

Surga Karimunjawa yang Terlewatkan

Surga Karimunjawa yang Terlewatkan – Kita hidup di negara kepulauan, tetapi transportasi penghubung antarpulau masih …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.