Breaking News
Home / Destinations / Adventure and Landscape / Liyangan: Peradaban Mataram Kuno Di Temanggung
situs liyangan sindoro
pertambangan pasir situs liyangan sindoro

Liyangan: Peradaban Mataram Kuno Di Temanggung

Liyangan: Peradaban mataram kuno Temanggung menjadi bagian kemolekan panorama gunung, hijau dedaunan dan segarnya udara disekitar situs Liyangan membawa kita pada sebuah pengalaman yang unik dan tiada duanya. Konon, di kaki gunung Sindoro ribuan tahun yang lalu terdapat sebuah perkampungan kuno. Temuan arkeologis di bekas situs pertambangan pasir membawa wawasan baru bagi kita semua, bagaimana kehidupan masyarakat di kaki gunung Sindoro pada abad ke-9.

Penemuan situs peninggalan mataram kuno

Pada tahun 2000 seorang petani melaporkan menemukan sebuah batu yang diduga bagian dari patung Ganesha. Namun temuan ini baru diteruskan pada tahun 2008 ketika beberapa orang penambang pasir menemukan keanehan di Liyangan. Awalnya mereka tidak menyadari apa yang mereka temukan selama ini perupakan warisan peradaban penting sejarah Jawa. Umumnya dan Sejarah Kerajaan Mataram Pada khususnya, mereka hanya menemukan batu batu candi yang selanjutnya mereka singkirkan begitu saja, juga temuan benda benda kono yang tidak mereka ketahui fungsinya.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh Tim Balai Arkeologi Yogyakarta, ternyata daerah tambang pasir tersebut merupakan situs perkampungan yang berasal dari masa Mataram Kuno. Eskavasi dilakukan pada periode 2008 hingga 2010 dan akhir tahun 2010 situs Liyangan sudah dibuka secara umum.

Situs ini terletak di Desa Purbasari, Ngadireja, Temanggung, Jawa Tengah. berada tepat di jalur luncuran lahar panas ribuan tahun yang lalu membuatnya terpendam dan tersembunyi hingga kedalaman 12 m di bawah permukaan tanah. Di sisi tenggara dan timur laut di halaman di terdapat bangunan candi yang dilengkapi 10 jaladwara atau saluran air. Selain itu, diduga kuat masih ada halaman dengan struktur candi lain di sekitar kompleks Liyangan yang belum ditemukan. Hingga sekarang, luas Situs Liyangan yang diteliti mencapai 3 hektar. Berdasarkan penelitian tim Balai Arkeologi Yogyakarta, Situs Liyangan terdiri atas tiga bagian, yakni area hunian, peribadatan, dan kawasan pertanian.

Salah satu yang menarik dari situs tersebut adalah jalan sepanjang 100 M yang berada di dekat situs area pertanian kuno. Pengunjung akan disuguhi pemandangan gunung sindoro dan suara kicauan burung-burung serta aroma khas udara pegunungan. Semilir angin membelai mesra dedaunan bambu menghasilkan suara gemerisik yang khas. Liyangan menawarkan wisata historis sekaligus mengajak kita mensyukuri keindahan alam Indonesia.

Eka Ningtyas

Check Also

buleleng

Nostalgia Di Kota Tua buleleng

Nostalgia di kota tua buleleng – “Bali benar-benar dimanjakan alam. menikmati kehangatan tropis tanpa udara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.