Breaking News
Gerbong KA di bekas Stasiun Hejaz, Madinah, yang masih utuh dan terpelihara dengan baik.

Jejak Turki di Kota Nabi

vakantie.id Masyarakat Turki bila memasuki kota suci Madinah selalu mampir di Stasiun Kereta Api Hejaz. Stasiun ini tidak jauh dari Masjid Nabawi. Masjid yang menjadi ikon Kota Madinah karena didirikan oleh Nabi Muhammad saw. Dan di dalamnya ada makam Rasulullah.
Orang-orang Turki dari masa ke masa selalu mengunjungi tempat bersejarah ini apabila sedang berkunjung ke Kota Madinah. Apalagi saat musim haji, stasiun Hejaz ramai dipadati warga dunia, mayoritas adalah Turki.
Ahmed Shayed, warga negara Turki bersama keluarganya saat mengunjungi Stasiun Hejaz kagum melihat bangunan aslinya masih terjaga utuh.

Jalur kereta api yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Abdul Hamid I ini terbentang antara Damaskus (Suriah)-Amman (Yordania) sampai Madinah (Arab Saudi).

“Kami melihat bukti sejarah masa pemerintahan Usmaniyyah. Kami bangga dengan bangsa kami sendiri,” kata Ahmed saat melihat bangunan Stasiun Kereta Api Hejaz.
Hejaz Railway atau jalur kereta api Hejaz, juga biasa disebut dengan Hijaz adalah jalur kereta api yang dibangun pada masa pemerintahan Usmaniyyah Turki, tepatnya pada masa pemerintahan Sultan Abdul Hamid II. Jalur ini terbentang antara Damaskus (Suriah)-Amman (Yordania) sampai Madinah (Arab Saudi).
Jalur kereta api ini merupakan bagian dari jalur kereta api yang menghubungkan antara Istanbul-Haifa (Israel) yang merupakan salah satu proyek infrastruktur pemerintahan Usmaniyyah. Selain itu pemerintah yang berkuasa saat itu juga membangun program telekomunikasi, dengan memasang kabel telegraf di seluruh wilayah Usmaniyyah yang saat itu meliputi wilayah sebagian Afrika Utara, Timur Tengah sampai Balkan.
Petugas museum yang berjaga menyebutkan pembangunan telegraf ini merupakan bukti kemajuan bangsa Turki di masa lalu yang sudah mengenal teknologi.
Pembangunan jalur kereta api ini sudah dilakukan pada 1840 M namun baru direalisasikan pada 1908. Pada saat beroperasi pada 1912, setahunnya rata-rata mengangkut 30 ribu penumpang.

Pemandangan Stasiun Madinah pada waktu malam

Saat kereta datang pergi dari Kota Madinah, rel kereta dilapisi kain agar suara dan getaran kereta tidak merusak makam Nabi yang berada di kompleks Masjid Nabawi. Gerakan kereta juga diperlambat agar tidak merusak infrastruktur di kawasan suci Masjid Nabawi.

Namun sekarang jalur kereta ini tinggal kenangan. Semula pada 1970 jalur kereta akan diperbaiki dan diaktivkan lagi, namun krisis ekonomi upaya itu tidak bisa dilanjutkan. Sambungan kereta api Sehingga jalur kereta ini tidak terurus. Ditambah pada waktu itu mulai berkembang kereta api modern sehingga pemerintah Arab Saudi maupun Turki memilih mengembangkan kereta api modern.

Kini gerbong, lokomotif, bengkel, gudang, bekas stasiun, dan rel kereta api masih bisa disaksikan di Museum Hejaz. Replika Stasiun Hejaz bisa dilihat juga di Kota kuno Madain Saleh, yang masuk dalam warisan sejarah dunia Unesco. Lokasinya 4 jam melalui jalan darat dari Kota Madinah.

Sudah menjadi tradisi warga Turki bila memasuki Kota Madinah untuk pertamakalinya, akan melewati kawasan Hejaz ini sebagai penghormatan untuk leluhur mereka yang membangun jalur transportasi antarnegara.

teks: Ndari Suroso

Check Also

Kenduren Wonosalam_Kegiatan ekonomi durian

vakantie.id – Ritual Kenduren”Kegiatan Ekonomi Durian” wonosalam ini di laksanakan di lapangan olahraga Wonosalam. Wonosalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.