Breaking News
Salah satu sudut jalan Kotagede

Menelusur Situs dan Kenangan Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir di Kotagede

vakantie.id Beliau merupakan salah satu tokoh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonnesia (PPKI) yang belum lama ini diangkat sebagai pahlawan nasional.

Rumah keluarga K.H. Abdul Kahar Muzakkir di Selokraman,  Kalurahan Purbayan, Kotagede, Jogjakarta telah dibiarkan merana. Masih ada bagian yang utuh, namun secara keseluruhan, rumah yang berada dalam lingkup keluarga besar Zubair Muchsin dari bani Mukmin ini sudah rusak.

Tak jauh dari situ, rumah keluarga H. Zubair Muchsin, mertua K.H. Kahar Muzakkir, relatif utuh, terpelihara, dan kini dijadikan cagar budaya. Sebagian rumah orang kaya Kotagede merupakan penanda gaya arsitektur, tatalaksana perkampungan, dan kecenderungan pilihan hidup empunya, pada masanya.

Abdul Kahar Muzakkir merupakan keturunan Kiai Kasan Besari, ulama dan prajurit (Perang) Diponegoro asal Kauman, Gesikan, Bantul. Migrasi keluarganya ke Bantul tidak lepas dari Kotagede yang makmur berkat perdagangan. Kotagede telah mengubah diri dari kota abdi dalem menjadi kota perdagangan yang dinamis.

K.H. Abdul Kahar Muzakkir Foto: id.wikipedia.org

 

 

Keluarga Kahar Muzakkir pada masanya adalah golongan elite ekonomi berkat perdagangan kain lawe, batik, tenun, dan kemudian perak, yang mata rantai perdagangannya meliputi Nusantara. Karena itulah, Kahar muda berkesempatan untuk bersekolah secara optimal. Setamat dari Perguruan Mambaul Ulum, Solo, Kahar meneruskan pendidikannya ke Mekkah, Hejaz, serta Kairo, Mesir.

Di Universitas al-Azhar, Kairo, sejak 1925, Abdul Kahar Muzakkir aktif dalam organisasi kemahasiswaan bernama pergerakan Jamaah Pelajar Indonesia. Bersama H.M. Rasjidi (menteri agama di Kabinet Sjahrir I), Mudzakkir mendirikan Jamiah Choiriyah yang lantas berubah nama jadi Perhimpunan Pemuda Indonesia Malaya (Perpindom), organisasi yang diakui pemerintah Mesir.

Lorong kampung kediamann bani Mukmin, rumah Kiai Abdul Kahar berada di samping kanan gedung SD Ma’had Islami

Sebagaimana Hatta yang berpaham kebangsaan mengikuti Liga Antiimperialis di Brussels, Abdul Kahar Muzakkir yang berpaham agamis ini pun pernah turut dalam Kongres Islam se-Dunia di Baitul Maqdis (Palestina). Abdul Kahar Muzakkir mengartikulasikan gerak juangnya melalui tulisan.

Beliau aktif menulis di Suara Azhar dan Pilihan Timur, dua majalah yang diraciknya bersama rekan-rekan di Perpindom, Mudzakkir menyuarakannya di surat kabar Palestina Al-Tsaurah. Bersama beberapa rekannya di Perhimpunan Indonesia Raya, Abdul Kahar lalu mendirikan kantor berita Indonesia Raya sebagai corong pergerakan (Historia.id).

Check Also

Handsanitizer

Handsanitizer Langkah Hidup Sehat dan Cegah Virus Corona

vakantie.id – Indonesia sampai dengan hari ini masih disibukkan dengan wabah virus corona yang berasal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.