Breaking News
Melawan lupa dengan aneka foto tentang keberadaan komunitas Tugu di beranda, samping rumah

Musik Keroncong untuk Mengiringi Pesta (2)

vakantie.id Sebagaimana telah Erns Cassirer bahwa manusia adalah makhluk simbolis (homo simbolicum), salah satunya ditandai dengan hasrat seni.

Kepunahan suatu komunitas peradaban akan dipercepat manakala mereka, selain tiada lagi menghasilkan sesuatu yang bisa dimakan, juga kehilangan dalam memaknai hidupnya.

Komunitas Tugu menjadi contoh bagaimana mereka agar tidak dihempas oleh arus perubahan urban yang cepat dan dahsyat. Senjata simbolik mereka dengan cara menggaungkan seni sebagai salah satu penanda jati diri.

Tegar melawan zaman. Eksterior depan rumah keluarga Michiels yang berusia lebih dari satu abad

Dan musik keroncong menjadi sarana kreativitas. Mereka pun mengekspresikan diri dalam kegembiraan dan permainan sebagaimana Johan Huizinga menyebutkannya sebagai homo ludens (manusia bermain).

Dikutip dari https://id.wikipedia.org/wiki/Keroncong, alat musik yang dipakai dalam orkes keroncong mencakup, pertama, ukulele cuk berdawai 3 terbuat dari nilon. Urutan nadanya adalah G, B, dan E. Alat musik utamanya ini berbunyi “crong-crong” sehingga disebut keroncong;

Kedua, ukulele cak, berdawai 4 terbuat dari baja dengan urutan nada A, D, Fis, dan B. Jadi ketika alat musik lainnya memainkan tangga nada C, cak bermain pada tangga nada F atau dikenal dengan sebutan in F.

Ketiga, gitar akustik sebagai gitar melodi, dimainkan dengan gaya kontrapuntis (antimelodi).

Keempat, biola untuk menggantikan rebab, yang sejak dibuat oleh Amati atau Stradivarius dari Cremona, Italia sekitar tahun 1600 tidak pernah berubah modelnya hingga sekarang.

Kelima, flute untuk menggantikan suling bambu. Pada zaman dulu pemain keroncong biasa menggunakan suling Albert, yakni suling  kayu hitam dengan lubang dan klep, suara agak patah-patah. Suling ini pernah dipakai oleh orkes Liev Jawa.

7 adalah nomor penanda alamat rumah keluarga Michiels, Jalan Raya Tugu No.

Sedangkan pada era Keroncong Abadi telah memakai suling Bohm, yakni suling metal semua dengan klep.  Suara lebih halus dengan ornamen nada yang indah. Contohnya flutis Sunarno dari Solo atau Beny Waluyo dari Jakarta yang menggunakan suling Bohm.

Keenam, selo  yang dibetot, menggantikan kendang. Alat ini pun tidak pernah berubah sejak dibuat oleh Amati dan Stradivarius dari Cremona Italia. Hanya saja dalam keroncong dimainkan secara khas dipetik/pizzicato.

Ketujuh, kontrabas (menggantikan gong), juga bas yang dipetik, tidak pernah berubah sejak Amati dan Stradivarius dari Cremona Itali selaku pembuatnya pada tahun 1600-an.

Penjaga irama dipegang oleh ukulele dan bas. Gitar yang kontrapuntis dan selo yang ritmis mengatur peralihan akord. Biola berfungsi sebagai penuntun melodi, sekaligus hiasan/ornamen bawah. Flut mengisi hiasan atas, yang melayang-layang mengisi ruang melodi yang kosong.

Kendati musik berteknologi modern  mampu menjadikan organ solusi bagi semua jenis/genre musik, segenap peralatan musik keroncong tetaplah tak tergantikan sebagai identitas bermusik. Apalagi masing-masing pemain punya ritme yang harmonis dalam memainkan alat-alat musik keroncong.

Akan halnya kekhususan Kerontjong Toegoe, Andre Juan Michiels yang merupakan generasi kesepuluh dan pimpinan Kerontjong Toegoe, menjelaskan, dalam bermain musik keroncong menggunakan macina sebagai perkusi.

 “Kalau di Jawa istilahnya cak cuk, sedangkan kami menggunakan macina. Keroncong Tugu cenderung membawakan lagu-lagu dengan nada cepat, dibanding dengan gaya trulungan karena jiwa yang ditanamkan waktu itu, keroncong adalah musik pengiring pesta,” ujarnya.

Tampaknya ragam improvisasi masih diterapkan oleh mereka. Kebebasan berkreasinya bagaikan angin pantai Cilincing yang leluasa masuk ke tempat mereka, pun hilir-mudik truk-truk besar di sela latihan bermusiknya.  

Beberapa calon sarjana maupun sarjana seni musik pun turut mengulik kiprah keroncong tugu sebagai bakal skripsi maupun tesisnya. Inilah keroncong yang terbedakan dengan langgam keroncong yang terselimuti oleh gerak dan unggah-ungguh kebangsawanan Jawa.

Teks: Wakhid dan Ndari Suroso; Foto: Erig

Check Also

Handsanitizer

Handsanitizer Langkah Hidup Sehat dan Cegah Virus Corona

vakantie.id – Indonesia sampai dengan hari ini masih disibukkan dengan wabah virus corona yang berasal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.