Breaking News
Di masa lalu, roti yang notabene produk Eropa juga mulai merambah perut orang desa terutama para penglajo

Roti Menyasar Perut-Perut Wong nDeso (1)

Roti bukanlah makanan asli Indonesia. Namun sejak lama roti telah memasuki perut-perut warga Indonesia hingga kini. Bahkan roti telah menjadi bagian dari kebutuhan pangan orang Indonesia.

vakantie.id Sejarawan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Heri Priatmoko menerangkan bahwa roti masuk dalam kategori makanan ringan yang sulit diremehkan. Di masa lalu, hanya bangsawan, kulit putih, dan kaum berduit yang bisa mengonsumsi roti.

Dalam sejarah kuliner Nusantara, lanjut Heri, bahwa keluarga Eropa dan golongan darah biru menjadikan roti sebagai teman minum teh.

“Berbeda dengan orang Jawa umumnya yang berkarib dengan kudapan putu, carabikan, wajik, kacang, gembili, randha keli, lemet, lemper, brem dan karak,” ujarnya.

Untuk urusan makan inilah, lidah komunitas Eropa tidak pernah kekurangan menyantap cita rasa makanan asli mereka sewaktu mukim di Hindia Belanda. Hampir semua kota yang menjadi tempat mukim keluarga Eropa di Hindia Belanda ini selalu ada toko roti yang menyediakan kebutuhan pangan mereka. Dan toko-toko roti jadul itu hingga kini masih tetap eksis.

Roti Lauw yang muncul pada tahun 1940-an

Heri menyebutkan di Kota Solo, tempat ia tinggal selama ini dijumpai toko Orion, Ganep, dan Babah Setu yang sudah menjual roti di era masa penjajahan.

Misalnya toko roti Babah Setu, lanjut Heri, nama toko itu disinggung jurnalis di Bromartani edisi 12 April 1892. Diwartakan, masyarakat antusias menyambut moda baru tram beroperasi membelah kota Solo. Lantaran kurang hati-hati dan tidak menggubris suara genta, kaki seorang wanita tergilas roda tram. Peristiwa itu terjadi di muka toko Babah Setu. “Sukunipun ngatos kiwir kiwir badhe tugel,” tulis wartawan.

Nama toko Babah Setu sudah disebut di koran yang terbit 1892. Kini toko Babah Setu berada di sisi barat Manahan. “Toko roti ini mampu bertahan selama seabad lebih berkat faktor penikmat roti, strategi bisnis dan manajemen perusahaan yang bagus,” terangnya.

Demikian juga dengan toko roti lainnya Orion yang berdiri tahun 1932 dan berlokasi di sisi utara Pasar Gedhe. Toko ini sangat populer dengan kue mandarijn. Menurut pengakuan Sanjoyo Senyatanya bahwa arti mandarijn mengandung arti priyayi cina, yang yang lahir dari kecerdasan menyiasati kelangkaan bahan baku tepung terigu. Memutar otak, juragan menggarap kue dari tepung umbi alias tepung garut. Mentega dari lemak sapi dicampur air dan garam.

Dari bahan itu terciptalah kue, kendati belum sempurna. Daya kreasi dilambari ketekunan menuai untung besar di kemudian hari.

Teks: Ndari Suroso; Foto: Erig 

Check Also

Handsanitizer

Handsanitizer Langkah Hidup Sehat dan Cegah Virus Corona

vakantie.id – Indonesia sampai dengan hari ini masih disibukkan dengan wabah virus corona yang berasal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.