Breaking News
lautan manusia,festifal kenduren

Kenduren Wonosalam_Kegiatan ekonomi durian

vakantie.id Ritual Kenduren”Kegiatan Ekonomi Durian” wonosalam ini di laksanakan di lapangan olahraga Wonosalam. Wonosalam di juluki juga sebagai kawasan surga durian, terdapat banyak sekali durian-durian local di wonosalam.

Sungguh Ritual yang sangat unik, langka dan luar biasa, ritual Kenduren ini biasanya di adakan saat panen raya durian. Yaitu antara bulan Maret dan April.Dengan kekayan hasil alam terutama durian, ahirnya timbul inisiatif Pemkot setempat untuk mengadakan Kenduren (Kegiatan ekonomi duren).

Kegiatan Kenduren Wonosalam ini merupakan ritual tahunan masyarakat dari sembilan desa di Kecamatan Wonosalam. Tradisi selamatan ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur atas melimpahnya hasil panen durian di wonosalam.

Ribuan orang dari Jombang dan beberapa kota di Jawa Timur bahkan wisatawan asing, memadati lapangan olahraga Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. Mereka adalah pengunjung dalam acara Kenduren (Kegiatan ekonomi durian).

Acara Kendurian ini juga disertai acara berbagi durian gratis. Durianya pun asli durian Wonosalam yang memiliki rasa yang khas.

Ritual Kenduren Wonosalam melibatkan masyarakat dari 9 desa dalam penyediaan buah durian. Untuk tumpeng raksasa durianya berasal dari para pengepul durian di Wonosalam. Di tambah setiap desanya membuat 1 buah tumpeng besar yang berisi durian, pete, ubi jalar serta beberapa jenis hasil bumi lainya.

Ritual Kenduren Wonosalam dimulai dari arak-arakan 9 tumpeng dari kantor Kecamatan Wonosalam. Kesembilan tumpeng itu masing-masing diarak oleh puluhan warga dari 9 desa menuju lapangan olahraga Kecamatan Wonosalam.

Sembilan tumpeng yang berisi buah durian dan berbagai jenis hasil bumi diletakkan terpisah mengelilingi sebuah tumpeng raksasa. Tumpeng raksasa itu berisi buah durian jumlahnya sesuai dengan tahun pelaksanaan ritual kenduren.

Ratusan orang mulai mengambil posisi mengelilingi 9 tumpeng yang di arak dari kantor kecamatan. Sementara pengunjung lainnya, mengelilingi tumpeng raksasa. Suasana di lapangan Kecamatan Wonosalam seolah menjadi lautan manusia dan riuh saat seluruh prosesi kenduren dan pembacaan selesai.

Mereka saling berteriak dan berebut buah durian yang disiapkan untuk acara ritual Kenduren Wonosalam. Uniknya di puncak acara Kenduren ini, dalam membagikan duriannya di lempar dari atas tumpeng raksasa, kemudian di tangkap oleh para pengunjung. Ada yang memakai pelindung tangan, bahkan ada yang telanjang tangan,banyak para pengunjung yang terluka tanganya.

Tapi bagi sebagian orang memiliki keyakinan jika terluka saat berebut durian mereka akan medapat berkah satu tahun kedepan.Tidak hanya ritual kenduren, di waktu yang sama juga di adakan lomba cita rasa durian. Yang di nilai mulai dari rasa khas durian wonosalam, jenis durian dan umur pohon tersebut.

Ritual Kenduren ini bertujuan Juga sebagai ciri khas dan daya tarik agar banyak wisatawan berkunjung ke Wonosalam. Maka dari itulah Ritual Kenduren dipatenkan menjadi agenda tahunan oleh masyarakat setempat bersama Pemkab Jombang.

Check Also

Handsanitizer

Handsanitizer Langkah Hidup Sehat dan Cegah Virus Corona

vakantie.id – Indonesia sampai dengan hari ini masih disibukkan dengan wabah virus corona yang berasal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.