Breaking News
Home / Destinations / City of the World / Geliat Kretek Gurem di kudus

Geliat Kretek Gurem di kudus

Soal kretek di Kudus agaknya memang tidak hanya dimiliki oleh kaum dagang besar saja. Mereka yang merajang tembakau secara tradisional, membungkus dengan kertas murah, dan memasarkan ke kawasan-kawasan remote tetap menjadi lakon yang tak kalah saing.

Kudus kota kretek, begitulah julukan untuk kota yang terletak di jalan pos buatan Daendels ini. Julukan ini muncul karena keberhasilan kretek Kudus merajai pasar rokok di Jawa dan Nusantara. Pramoedya Ananta Toer juga menyebut Kudus pantas dijuluki sebagai kota kretek. Usaha kretek di Kudus sudah seperti jamur yang tumbuh subur di musim hujan. Dari pribumi sampai Tionghoa, dari usaha rumahan sampai pabrikan yang menyedot banyak tenaga kerja. Kretek telah menjadi nyawa bagi kota Kudus.

Usaha pengkomersilan rokok kretek di Kudus ini dipelopori oleh seorang yang bernama Nitisemito pada awal abad 20. Sejak itulah rokok kretek berkembang pesat di Kudus, dan menjadi salah satu penggerak ekonominya. Berkat keberhasilannya sebagai pioner usaha kretek, Nitisemito dijuluki sebagai Raja Kretek. Seiring berjalannya waktu, para raja kretek baru mulai bermunculan, yang tentunya semakin mempersempit gerak para gurem.
Dari coba-coba sampai membuka lapangan kerja baru

Terhimpit di antara raksasa-raksasa kretek, begitulah kondisi perusahaan-perusahaan kecil di Kudus saat ini. Meskipun begitu, pabrik-pabrik rokok berskala kecil di Kudus tetap menjamur. Ada beragam motif yang mendorong para pengusaha untuk menerjuni usaha perkretekan. Ya, industri kretek di Kudus memang seperti magnet yang memiliki daya tarik kuat, terutama bagi orang-orang yang memiliki cukup modal.

Dari sekedar coba-coba sampai membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, begitulah alasan yang banyak terkuak dari mulut para penguasaha. Edy Zakaria (51) misalnya, pendiri dan pemilik PR Gambang Sutra ini mengakui, ia hanya coba-coba mencari peruntungan dalam bisnis kretek, ternyata usahanya mendapatkan jalan dan akhirnya mampu berkembang sampai sekarang. Dari usahanya ini pula ia mendapat pemasukan keluarga yang kemudian dikembangkan ke bisnis lainnya. Selain itu, perusahaan yang ia dirikan juga mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi tetangga-tetangganya.

Operasional Perusahaan Kecil

Tidak seperti pabrik-pabrik besar, pabrik-pabrik rokok skala kecil kebanyakan mendapatkan bahan bakunya (tembakau dan cengkeh) dari daerah sekitaran Jawa tengah. Tentu saja ini untuk menekan biaya produksi. Bahan baku yang didapat dari daerah sekitar Kudus tentunya tidak memerlukan ongkos transportasi yang besar.
Selain biaya bahan baku, biaya operasional pabrik utamanya dalam hal karyawan juga mengalami penekanan, baik dalam hal jumlah maupun besaran upah karyawan. Karyawan yang bekerja juga bukanlah karyawan tetap perusahaan. Mereka hanya bekerja sewaktu-waktu saja. Sementara karyawan tetap jumlahnya hanya beberapa saja, dan mereka tetap bekerja meskipun pabrik sedang tidak beroperasi.

Kebanyakan perusahaan kecil mempekerjakan karyawannya dengan sistem borongan, terutama untuk para pekerja yang bertugas melinting dan merapikan rokok (mbathil). Para pekerja borongan ini digaji per 1000 batang rokok dengan kisaran Rp. 20.000-30.000. Jam kerja di perusahaan kecil juga bisa berubah-ubah sewaktu-waktu, tergantung jadwal mereka berproduksi. Pabrik kecil memang beroperasi hanya jika ada permintaan dari pasar. Hal ini dilakukan agar pengeluaran dan pemasukan perusahaan tetap seimbang.

Selain biaya untuk bahan baku dan juga ongkos operasional, cukai yang harus dibayarkan oleh perusahaan juga menjadi variable penting yang harus dihitung dalam biaya produksi. Cukai yang ditetapkan oleh pemerintah untuk perusahaan rokok memang berbeda-beda. Besaran cukai ditetapkan sesuai dengan skala perusahaan.

Check Also

benteng pendem

Benteng itu bagian Pertahanan di Selatan Jawa

Pertahanan di selatan jawa Benteng itu bagian Pertahanan di Selatan Jawa. Benteng-benteng itu terpendam dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.