Breaking News
Home / Destinations / Benteng itu bagian Pertahanan di Selatan Jawa
benteng pendem
Benteng pendem bagian Pertahanan di Selatan Jawa

Benteng itu bagian Pertahanan di Selatan Jawa

Pertahanan di selatan jawa

Benteng itu bagian Pertahanan di Selatan Jawa. Benteng-benteng itu terpendam dalam tanah, tapi jarang sekali yang mengetahui peranannya pada masa lalu. Benteng-benteng itu punya cerita yang panjang, tapi jarang sekali yang menulisnya panjang.

Segerombolan rombongan wisatawan nampak cermat mengikuti informasi yang disampaikan seorang pemandu wisata. “Ini meriam buatan Portugis tahun 1700-an, bentuknya sudah rusak karena beberapa bagian telah diambil oleh warga,” terang pemandu wisata itu. Dengan serius ia menerangkan sejarah Benteng Karang Bolong, Nusakambangan, dan Cilacap. “Dulu benteng ini dibuat tahun 1700-an ketika Indonesia dijajah Belanda, coba hitung sudah berapa tahun benteng ini berdiri?” tanya pemandu itu kepada para wisatawan.

Kami adalah bagian dari mereka. Perjalanan kami berlanjut ke samping benteng, melewati ruang absensi. Terlihat, ruang gelap dengan ukuran 3×5 meter. “Ruangan ini digunakan untuk pergantian penjaga, setiap tentara kolonial yang mendapat tugas diwajibkan melapor terlebih dahulu,” kata Wuri (29) seorang teman kami. Tak jauh dari ruang absensi, ada ruang aula yang biasa digunakan untuk rapat tentara kolonial. Ruang aula merupakan bagian yang terbesar di dalam benteng. Selain itu, ada ruangan lagi seperti kantor, penjara, dan pos pengawasan.

Kami terus masuk ke dalam benteng. Namun, kami tak menemukan papan informasi mengenai sejarah Benteng Karang Bolong secara pasti. Pengunjung hanya bisa menebak-nebak atau cukup percaya pada pemandu wisata. Tentu saja informasi yang disampaikan belum tentu benar. Namun, menurut Samingan, Benteng Karang Bolong dibangun pada tahun 1850. Sejarawan asal Cilacap tersebut menambahkan bahwa di Nusakambangan masih terdapat benteng kolonial lain seperti Benteng Mati, Benteng Banju Njappa, dan pos pengawasan Cimiring.

Benteng Kembar

Posisi Benteng Karang Bolong terbilang unik. Berdiri di atas bukit, bangunannya tidak dibuat ke atas melainkan ke bawah. Tersedia anak tangga yang berbaris rapi dan berjarak rapat. Bagi pengunjung yang ingin melewati disarankan membawa senter atau alat penerang, karena di dalam benteng tidak tersedia lampu. Ketika menuruni anak tangga ini, kami serasa terbawa ke masa lalu. Kami membayangkan ada beberapa tentara kolonial yang sedang menjaga benteng. Kejadian yang sudah terlampaui beberapa ratus tahun lalu pun terasa hidup kembali.

Puas menikmati wisata sejarah, Wuri kemudian mengajak kami melihat keindahan pantai Nusakambangan. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Pantai Karang Pandan. Pantai ini hanya berjarak 200 meter dari Benteng Karang Bolong. Beberapa wisatawan nampak bermain pasir putih dan ombak. Di tengah laut terlihat beberapa kapal besar yang akan memasuki pelabuhan Cilacap. Pantai ini tidak panjang. Pengunjung dapat berjalan ke sisi kanan dan kirinya yang terbatasi karang. Kebersihan pantai juga dijaga, tidak terlihat sampah berserakan. Kami duduk dan beristirahat sejenak, sambil menikmati keindahan pantai dan mengisi kembali tenaga.

Setelah tenaga terkumpul, kami bersiap untuk menuju tempat wisata selanjutnya. Langkah kami tertuju ke Benteng Pendem, yang terletak di depan Pantai Teluk Penyu. Benteng Pendem berada di sebelah kilang penampungan minyak milik Pertamina. Jika dibandingkan dengan Benteng Karang Bolong, Benteng ini jauh lebih besar. Bangunan asli benteng ini juga masih terjaga. Di dalamnya terdapat ruang barak, ruang senjata, klinik, penjara, parit, dan amunisi. Yang terlihat sama dari Benteng Pendem dan Karang Bolong, yaitu konstruksi bangunannya yang dibuat di bawah tanah. Itu sebab mengapa masyarakat menyebut kedua benteng ini sebagai benteng kembar.

Keterangan tentang tahun berdirinya Benteng Pendem juga tak kami temukan. Namun, menurut Samingan Benteng Pendem selesai dibangun pada tahun 1879. Menurut masyarakat setempat, benteng ini juga memiliki terowongan yang terhubung dengan Nusakambangan. Akan tetapi, informasi tersebut belum dibuktikan kebenarannya. Ketika kami di sana juga tak berhasil menemukan terowongan itu. Karena hampir sama dengan Benteng Karang Bolong, beberapa terowongan Benteng Pendem yang kami masuki juga tidak berlampu penerang.

Titik Awal

Keberadaan benteng di Cilacap tentu ada titik mulanya. Sejarawan dari Universitas Indonesia, Susanto Zuhdi (1994) menjelaskan bahwa konsep pertahanan militer pernah dibangun di Cilacap pada masa Kolonial. Menurutnya, Cilacap memiliki pelabuhan alamiah yang dilindungi oleh Pulau Nusakambangan. Selain digunakan untuk aktivitas perdagangan, Pelabuhan Cilacap juga berfungsi sebagai ‘pintu keluar’ pemerintah kolonial ketika terjadi perang. Mereka bisa lari ke Australia tanpa harus melewati Selat Sunda dan Selat Bali.

Untuk mendukung ide tersebut, dibangunlah Benteng Karang Bolong dan Benteng Pendem. Kedua benteng tersebut berfungsi sebagai garda pertahanan terdepan. Posisinya yang menghadap langsung ke Samudera Hindia memudahkan untuk melihat musuh yang datang melalui jalur laut. Selain itu, perlawanan juga langsung dapat dilakukan dengan menembakkan meriam ke arah kapal musuh.

Fungsi Cilacap sebagai ‘pintu keluar’ pernah terjadi ketika Perang Pasifik pada tahun 1942. Ketika itu, Pelabuhan Tanjung Priuk Jakarta dan Tanjung Perak Surabaya telah dikuasai Jepang. Pemerintah kolonial hanya bisa melarikan diri lewat Pelabuhan Cilacap. Beberapa kapal dari Cilacap berhasil sampai di Australia, tetapi sebagian lagi ditenggelamkan oleh Jepang di Samudera Hindia.

Kini, setelah sekian puluh tahun berlalu, ide pertahanan di selatan Jawa tidak pernah diwujudkan lagi oleh pemerintah Indonesia. Benteng yang jadi peninggalan sejarah ini juga tak terawat.

Check Also

buleleng

Nostalgia Di Kota Tua buleleng

Nostalgia di kota tua buleleng – “Bali benar-benar dimanjakan alam. menikmati kehangatan tropis tanpa udara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.