Breaking News
Home / Destinations / Mitos dan Sejarah Cina Benteng di Tangerang

Mitos dan Sejarah Cina Benteng di Tangerang

Cina Benteng

            Mitos yang beredar, sebagian orang Tionghoa di Tangerang hidup dalam keadaan kurang mampu. Mereka ini yang seringkali disebut Cina Benteng. Menurut sejarah, orang cina Benteng yang hidup dalam keadaan biasa ini adalah mereka yang lari dari kawasan pecinan Tangerang ketika terjadi pemberontakan melawan VOC. Akibat perang, mereka kemudian bekerja seadanya sebagai buruh, petani, ataupun pekerja serabutan. Orang Cina Benteng ini banyak ditemukan di daerah Teluk Naga.

Kehidupan masyarakat Cina Benteng di Tangerang pernah terusik, saat rezim Orde Baru masih Berjaya. Mereka harus menutupi identitas diri untuk menghindari represi dari pemerintah. “Mau bikin KTP saja dipersulit, sampai nama saya harus diganti,” ujar Hendra.

Sekitar tahun 2000-an, Presiden Gus Dur memberi kebijakan baru yang membuat gerak-gerik kehidupan mereka lebih leluasa. Klenteng semakin ramai dengan umat yang beribadah. Perayaan hari besar Imlek juga bisa dilaksanakan di ruang publik. Bahkan, Pemerintah Kota Tangerang pun memfasilitasi perayaan Imlek dan Peh Cun melalui Festival Cisadane yang diadakan di bantaran Sungai Cisadane pada bulan Juni dan Juli.

Sejak saat itu juga, orang-orang Cina Benteng terlihat mulai peranannya dalam masyarakat. Mereka bebas bersosialisasi bersama masyarakat asli Tangerang. Anak-anak mereka sudah bisa masuk sekolah negeri. Dan tentunya kebebasan bersembahyang menurut agama dan kepercayaan masing-masing bisa dilakukan.

Check Also

kapal motor penumpang muria

Surga Karimunjawa yang Terlewatkan

Surga Karimunjawa yang Terlewatkan – Kita hidup di negara kepulauan, tetapi transportasi penghubung antarpulau masih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.