Breaking News
Home / Trivia / Culinary / Nano-Nano Rasa Rujak Kuah Pindang

Nano-Nano Rasa Rujak Kuah Pindang

Ada pengalaman yang tak terbayangkan saat saya berkunjung ke Pulau Dewata. Bukan soal pariwisata, tradisi, atau kemelut globalisasinya. Melainkan soal cicip  rasa. Mencoba kuliner yang selama ini tak pernah ada dalam benak saya. Rujak Kuah Pindang.

Mendengar namanya saja bisa membuat orang tercengang. Rujak Kuah Pindang! Bisa jadi orang membayangkan rujak yang dicampur kuah pindang atau rujak dengan ikan pindang sebagai campurannya. pasti rasanya sangat amis!S

Agaknya makanan ini memang terdengar aneh bagi saya. Sebelumnya saya mencicipi kuliner khas Bali seperti lawar, ikan bumbu nyat-nyat, sate lilit, dan lain sebagainya. Makanan-makanan yang mempunyaicita rasa gurih, pedas, asam, manis. Lalu saya harus mencoba kuliner yang manis, asin, dan amis ini. Bayangan mengenai rasa amis di lidah setelah mencicipi makanan ini seolah-olah mengurangi nafsu saya untuk mencobanya. Apalagi ditambah pengalaman saya berkuliner di berbagai kota di Indonesia sebelumnya. Kadang-kadang saya merasa bersalah, karena lidah tidak mau berkompromi dengan warisan kuliner yang khas.

Dengan sedikit ragu, saya mencoba melahap irisan buah dan kuah coklat itu.Dan ternyata dunia seperti berbalik. Tidak ada rasa amis dan eneg. Cita rasa segar, pedas, manis, dan gurih menjadi biang getir di mulut. Sensasinya membuat saya ketagihan, ingin menambah lagi dan lagi.

Check Also

Suasana malam kudus

Malam Kudus di Kota Kudus

Banyak orang mengenal Kota Kudus karena industri kreteknya yang terkenal. Pabrik- pabrik besar skala nasional …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.