Breaking News
Home / Trivia / Art and Culture / Srikandi Penjaga Harmoni Tari Bali

Srikandi Penjaga Harmoni Tari Bali

Gerakan tangannya lincah, mendhak dengan sempurna, gerakan mata menggoda, begitu dinamis selaras dengan suara musik gamelan Bali yang ceria. Teriakan melengking membenarkan posisi tarian, berusaha memecah keramaian yang dibuat oleh anak-anak didiknya.

Pagi itu cuaca cerah. Sinar mentari masuk di sela dedaunan bunga kamboja yang memenuhi halaman gedung Taman Budaya Bali. Sekelompok anak-anak berkumpul, bersiap sebelum mendapat giliran untuk latihan menari. Agenda rutin mingguan mereka. Ada yang membetulkan letak kamen, memasang ulang stagen yang melilit kain kamen agar tidak turun. Juga tak lupa mengaitkan kipas dalam atribut yang membelit perut mungil itu. 

Sang guru melambaikan tangan, memanggil atau setengah memerintah untuk segera berkumpul. Kaki-kaki kecil itu berlarian menuju gedung Ksinarnarwa yang berada di tengah megahnya gedung Taman Budaya Bali. Saling berebut untuk dapat berdiri di barisan paling depan. Para orangtua menatap lekat buah hatinya dari sisi kanan dan kiri ruangan.

Taman Budaya Bali, Museum Hidup

Dijumpai ditengah kesibukannya mengajar tari, Kadek Putri (43) dan Ni Rai Sari Adi (40) menyambut saya dengan hangat. Mempersilakan duduk, sambil sibuk menyelesaikan kewajiban menularkan kemampuan menari yang mumpuni kepada para gadis kecil itu. Saya terhanyut dalam setiap gerakan dan ekspresi yang memikat hati. Dua jam menunggu pun terasa menyenangkan, melihat suguhan di depan mata.

Kadek dan Rai merupakan dua orang pengajar tari yang sejak 2005 telah aktif mengajar di Taman Budaya Bali. Di awal tahun berdirinya, taman budaya Bali memiliki tingkat kepopuleran yang tinggi, karismatik, berwibawa, agung dan sangat representatif sebagai wadah seni rupa Bali saat itu. Gregetnya mencerminkan semangat penciptaan yang sangat hidup dan bergairah. Menjadi tolak ukur perkembangan seni rupa di Bali. Memiliki gengsi tinggi karena perupa sangat bangga jika dapat tampil di Taman Budaya.

Diresmikan dan dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mashuri, S.H. pada 14 Febuari 1973. Merupakan rintisan visi jenius dari Gubernur Bali Ida Bagus Mantra. Kepedulian gubernur terhadap perkembangan nilai-nilai seni dan budaya Bali diwujudkan dalam wadah Taman Budaya Bali. Tujuannya adalah untuk dapat merangsang kreativitas para seniman serta dapat mempertahankan jati diri pelaku seni dan budaya Bali di tengah derasnya pengaruh global.

Sekarang suasana berubah. Semangat dan orientasi penciptaan untuk tampil di Taman Budaya Bali cenderung kurang bergairah. Tingkat persaingan untuk dapat tampil di Museum Bali pun tidak lagi menjadi rebutan dan gensi para perupa. Melihat sepinya Taman Budaya Bali, di bawah kepemimpinan Mangku Pastika, program untuk memberikan semangat, gairah dan vitalitas baru mulai dirintis. Salah satunya adalah dengan menghidupkan kembali Taman Budaya Bali sebagai museum hidup dan sarana pengembangan kesenian tradisional, seperti tari, kidung, lukis dan megamel.

Sang Maestro

            Terlahir dari keluarga seniman, Kadek telah akrab dengan dunia tari sejak dini. Sang ibu merupakan seorang penari dan ayahnya penabuh gamelan. Kolaborasi seniman inilah yang membuat Kadek senang menari. Latarbelakang pendidikannya di PGRI Badung mengantar Kadek sejak 2003 menjadi pengajar tari di SMA 8 Denpasar. Juga pada 1995 menjadi pengajar tari di sanggar Waringin Denpasar. Darah seni yang mengalir di tubuhnya, membawa kaki Kadek untuk menyetujui tawaran dari Taman Budaya Bali untuk menyumbangkan waktunya di hari Minggu pagi mengajarkan tari.

Sedikit berbeda, Rai bukanlah anak seorang penari atau penabuh gamelan. Ayahnya berprofesi sebagai pemahat patung. Rai berasal dari daerah Batuan Gianyar, pusat dari seni patung di Bali. Museum Sidik Jari milik Ngurah Gede Pemecutan menjadi wahana pertama Rai mengajar tari. Bersama dengan teman dari kampus ISI Denpasar, Rai tidak bertahan lama di sana. Kesibukannya yang padat membuatnya memutuskan untuk mengundurkan diri. Rai kemudian lebih aktif mengurus sanggar pribadinya “Satria Lelana”, selain meluangkan hari minggu paginya di Taman Budaya Bal

Check Also

Suasana malam kudus

Malam Kudus di Kota Kudus

Banyak orang mengenal Kota Kudus karena industri kreteknya yang terkenal. Pabrik- pabrik besar skala nasional …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.