Breaking News
Home / Trivia / Art and Culture / Tradisi Batik Kudus: Merawat atau dibiarkan punah?
batik
Batik kudus harus dijaga kelestariannya

Tradisi Batik Kudus: Merawat atau dibiarkan punah?

Batik Kudus? Adakah Kudus yang tersohor dengan sebutan kota kretek memiliki tradisi membatik? Lazimnya, kita mengenal batik dari Pekalongan, Lasem, Solo dan Yogyakarta. Tidak salah memang, karena akhir-akhir ini baru ada upaya untuk mempopulerkan kembali batik Kudus. Ikuti penelusuran kami berikut ini.

Siang itu, kami berkunjung ke sebuah rumah di Desa Karang Malang. Sebuah rumah tradisional dengan pintu depan berupa ukiran khas Kudus. Di sebelah rumah, terdapat workshop. Rumah tersebut adalah rumah Muria Batik Kudus milik Ibu Yuli Astuti. Seorang penggiat batik Kudus. Sayangnya, karena bertepatan pada hari minggu, kami kehilangan kesempatan untuk menyaksikan tangan-tangan terampil menggoreskan keindahan pada kain.

Ibu Yuli Astuti adalah bagian dari segelintir orang yang berusaha membangkitkan kembali batik Kudus. Ia mulai menekuni batik Kudus pada tahun 2005. Selain melakukan pelatihan membatik bagi masyarakat. Ia melompat dari satu pameran ke pameran busana berikutnya untuk memperkenalkan batik Kudus.

Batik Kudus adalah bagian dari batik pesisir. Batik pesisir sendiri merupakan batik yang diproduksi di area pesisir utara Jawa dan Madura. Karena letaknya yang terbuka dengan perdagangan maritim pada masa lampau. Corak pada batik pesisir menyerap unsur-unsur budaya lain seperti China dan Belanda. Corak batik seperti Naga, burung Phoniex, dan Kilin seringkali menghiasi batik pesisir.

Check Also

Suasana malam kudus

Malam Kudus di Kota Kudus

Banyak orang mengenal Kota Kudus karena industri kreteknya yang terkenal. Pabrik- pabrik besar skala nasional …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.